Jumat, 21 Oktober 2016

Intrapersonal 2

Internet addiction adalah pemakaian internet secara berlebihan yang ditandai dengan gejala-gejala klinis kecanduan, seperti keasyikan dengan objek candu, pemakaian yang lebih sering terhadap objek candu, tidak memperdulikan dampak fisik maupun psikologis pemakaian dan sebagainya. Internet Addiction sebagaimana kecanduan obat-obatan, alkohol dan judi akan mengakibatkan kegagalan akademis, menurunkan kinerja, perselisihan dalam perkawinan bahkan perceraian. (Young, 1996b:20)

--Jenis-jenis Internet Addiction
a.        1. Cybersexual Addiction
Individu yang sering mengunjungi situs dewasa, melihat hal yang berkaitan dengan seksualitas yang tersaji secara eksplisit dan terlihat dalam pengunduhan dan distribusi gambar-gambar atau file-file khusus orang dewasa.
b.        2. Cyber-Relationship Addiction
Mengacu pada individu yang senang mencari teman secara online. individu tersebut menjadi kecanduan untuk mengikuti layanan chatroom dan seringkali menjadi terlalu terlibat dalam hubungan pertemanna online atau terikat dengan perselingkuhan virtual
c.        3. Net Compulsions
Yang termasuk dalam kategori ini adalah : perjudian online, belanja online, dan perdagangan online
d.       4. Information Overload
Informasi yang tersedia di internet menimbulkan perilaku konfulsif
e.        5. Computer Addiction
Kecanduan internet yang secara  terus menerus dapat menimbulkan masalah dalam lingkungan kehidupannya.

-- Fenomona Internet Addiction yang ada pada saat ini

Zaman sekarang hampir semua orang dimana pun, kapan pun, dengan siapa pun selalu memegang gadget. Saat bangun tidur hal yang utama di cari adalah gadget, makan pun sambil bermain gadget. Semua orang bermain gadget banyak macamnya, ada yang menggunakan gadget untuk update di social media, ada yang untuk mengobrol dengan orang lain, ada yang menggunakan gadget untuk bekerja, ada juga yang menggunakan gadget untuk bermain game, dan banyak lagi, sangat banyak yang bisa dilakukan menggunakan gadget pada saat ini

Contoh: seorang anak yang bermain gadget sepulang sekolah, sampai larut malam. Ketika orang tua menasihati ia marah-marah. Anak itu tidak pernah mau belajar, selalu membentak orang yang menyuruhnya belajar. Saat makan, saat di kamar mandi sedang buang air kecil/air besar, saat berpergian ia selalu memainkan game online di gadgetnya itu. Akibatnya prestasi anak itu semakin hari semakin menurun, dan hampir tidak naik kelas.

-- Faktor Etologi:

1. Cognitive-behavioral Model: Kecanduan teknologi sebagai bagian dari kecanduan perilaku: kecanduan internet menampilkan komponen inti dari kecanduan (kedudukan kentara, mood modifikasi, toleransi, penarikan, konflik dan kambuh). Dari perspektif ini, pecandu internet ditampilkan arti-penting kegiatan, sering mengalami keinginan dan perasaan disibukkan dengan internet saat offline. Ia juga menunjukkan bahwa menggunakan internet sebagai cara untuk menghindari perasaan mengganggu, mengembangkan toleransi internet untuk mencapai kepuasan, mengalami penarikan, kapan mengurangi penggunaan intenet, penderitaan saat meningkatnya konflik dengan orang lain karena aktivitas, dan kambuh kembali ke internet juga tanda-tanda kecanduan. Model ini telah diterapkan pada perilaku seks tersebut, berjalan, konsumsi makanan, dan perjudian.

2. Neuropsychological Model: Seorang individu akan diklasifikasikan sebagai pecandu internet asalkan ia memenuhi siapa pun dari tiga kondisi berikut: (1) salah satu akan merasa bahwa lebih mudah untuk mencapai aktualisasi diri secara online daripada di kehidupan nyata, (2) salah satu akan pengalaman dysphoria dan depresi setiap kali akses ke internet rusak atau kusut berfungsi, (3) orang akan mencoba untuk menyembunyikan waktu penggunaan yang benar nya dari anggota keluarga

Sumber:

https://michelleguerranathan.wordpress.com/2013/11/14/internet-addiction-faktor-etiologicompensation-theory/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar