Internet addiction
adalah pemakaian internet
secara berlebihan yang ditandai dengan gejala-gejala klinis kecanduan, seperti
keasyikan dengan objek candu, pemakaian yang lebih sering terhadap objek candu,
tidak memperdulikan dampak fisik maupun psikologis pemakaian dan sebagainya.
Internet Addiction sebagaimana kecanduan obat-obatan, alkohol dan judi akan
mengakibatkan kegagalan akademis, menurunkan kinerja, perselisihan dalam
perkawinan bahkan perceraian. (Young, 1996b:20)
--Jenis-jenis
Internet Addiction
a. 1. Cybersexual Addiction
Individu yang sering mengunjungi situs dewasa,
melihat hal yang berkaitan dengan seksualitas yang tersaji secara eksplisit dan
terlihat dalam pengunduhan dan distribusi gambar-gambar atau file-file khusus
orang dewasa.
b. 2. Cyber-Relationship Addiction
Mengacu pada individu yang senang mencari
teman secara online. individu tersebut menjadi kecanduan untuk mengikuti
layanan chatroom dan seringkali menjadi terlalu terlibat
dalam hubungan pertemanna online atau terikat dengan perselingkuhan virtual
c. 3. Net Compulsions
Yang termasuk dalam kategori ini adalah :
perjudian online, belanja online, dan perdagangan online
d. 4. Information Overload
Informasi yang tersedia di internet
menimbulkan perilaku konfulsif
e. 5. Computer Addiction
Kecanduan internet yang secara terus
menerus dapat menimbulkan masalah dalam lingkungan kehidupannya.
-- Fenomona Internet
Addiction yang ada pada saat ini
Zaman sekarang
hampir semua orang dimana pun, kapan pun, dengan siapa pun selalu memegang
gadget. Saat bangun tidur hal yang utama di cari adalah gadget, makan pun
sambil bermain gadget. Semua orang bermain gadget banyak macamnya, ada yang
menggunakan gadget untuk update di social media, ada yang untuk mengobrol
dengan orang lain, ada yang menggunakan gadget untuk bekerja, ada juga yang
menggunakan gadget untuk bermain game, dan banyak lagi, sangat banyak yang bisa
dilakukan menggunakan gadget pada saat ini
Contoh:
seorang anak yang bermain gadget sepulang sekolah, sampai larut malam. Ketika orang
tua menasihati ia marah-marah. Anak itu tidak pernah mau belajar, selalu
membentak orang yang menyuruhnya belajar. Saat makan, saat di kamar mandi
sedang buang air kecil/air besar, saat berpergian ia selalu memainkan game
online di gadgetnya itu. Akibatnya prestasi anak itu semakin hari semakin
menurun, dan hampir tidak naik kelas.
-- Faktor
Etologi:
1. Cognitive-behavioral
Model: Kecanduan teknologi sebagai bagian dari kecanduan perilaku: kecanduan
internet menampilkan komponen inti dari kecanduan (kedudukan kentara, mood
modifikasi, toleransi, penarikan, konflik dan kambuh). Dari perspektif ini,
pecandu internet ditampilkan arti-penting kegiatan, sering mengalami keinginan
dan perasaan disibukkan dengan internet saat offline. Ia juga menunjukkan bahwa
menggunakan internet sebagai cara untuk menghindari perasaan mengganggu,
mengembangkan toleransi internet untuk mencapai kepuasan, mengalami penarikan,
kapan mengurangi penggunaan intenet, penderitaan saat meningkatnya konflik
dengan orang lain karena aktivitas, dan kambuh kembali ke internet juga tanda-tanda
kecanduan. Model ini telah diterapkan pada perilaku seks tersebut, berjalan,
konsumsi makanan, dan perjudian.
2. Neuropsychological
Model: Seorang individu akan diklasifikasikan sebagai pecandu internet asalkan
ia memenuhi siapa pun dari tiga kondisi berikut: (1) salah satu akan merasa
bahwa lebih mudah untuk mencapai aktualisasi diri secara online daripada di
kehidupan nyata, (2) salah satu akan pengalaman dysphoria dan depresi setiap
kali akses ke internet rusak atau kusut berfungsi, (3) orang akan mencoba untuk
menyembunyikan waktu penggunaan yang benar nya dari anggota keluarga
Sumber:
https://michelleguerranathan.wordpress.com/2013/11/14/internet-addiction-faktor-etiologicompensation-theory/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar