Jumat, 16 Oktober 2015

tugas Ilmu Budaya Dasar (paper 3 dan paper 4)


Manusia dan Kesusastraan
Paper 3
1.      Pendekatan Kasus Kesusastraan

pengertian Sastra
Sastra berasal dari kata castra berarti tulisan. Dari makna asalnya dulu, sastra meliputi segala bentuk dan macam tulisan yang ditulis oleh manusia, seperti catatan ilmu pengetahuan, kitab-kitab suci, surat-surat, undang-undang, dan sebagainya.Sastra dalam arti khusus yang kita gunakan dalam konteks kebudayaan, adalah ekspresi gagasan dan perasaan manusia. Jadi,pengertian sastra sebagai hasil budaya dapat diartikan sebagai bentuk upaya manusia untuk mengungkapkan gagasannya melalui bahasa yang lahir dari perasaan dan pemikirannya.
Jenis-jenis sastra
Sastra (bahasa sangsekerta shastra) menupakan kata serapan yang mengandung instruksi atau pedoman, secara etimologi (asal usul kata) sastra ada bahasa yang indah atau tulisan yang indah. Secara umum jenis jenis sastra terbagi menjadi enam jenis yaitu :
1.      Novel
Novel merupakan karya sastra fiksi atau karangan isinya biasanya berisi tentang cerita cinta, atau cerita misteri, penulis novel disebut novelis

2.      Cerpen
Cerpen merupakan jenis sastra karya tulis yang menggambarkan kejadian singkat, cepat pada tujuannya, cerpen merupakan hasil paralel dari tradisi penceritaan lisan.
Contoh cerpen:
·         Cerpen remaja jatuh
·         Cerpen remaja hadirnya cinta
·         Kumpulan cerpen terbaru
·         Cerpen cinta anak sma




3.      Syair
Syair merupakan puisi atau karangan dalam bentuk terikat yang mementingkan irama sajak. Biasanya terdiri dari 4 baris, berirama aaaa, keempat baris tersebut mengandung arti atau maksud penyair (pada pantun, 2 baris terakhir yang mengandung maksud).
Contoh syair :

4.      Pantun
salah satu jenis puisi lama , lazimnya pantun terdiri atas empat larik (atau empat baris bila dituliskan), bersajak akhir dengan pola a-b-a-b dan a-a-a-a (tidak boleh a-a-b-b, atau a-b-b-a).
5.      . Drama
Satu bentuk karya sastra yang memiliki bagian untuk diperankan oleh aktor. Drama juga terkadang dikombinasikan dengan musik dan tarian, sebagaimana sebuah opera.
6.      Puisi
Puisi merupakan tulasan yang menggambarkan perasaan, baik suka duka atau bahagia, dalam penulisan puisi tidak beraturan, kadang-kadang puisi ditulis hanya beberapa kalimat yang diulang-ulang, yang selalui disisipkan majas yang membuat puisi itu semakin indah.
contoh puisi :
·         Puisi cinta
·         Puisi perjuangan
·         Puisi untuk sahabatku
·         Puisi persahabatan
·         Puisi romantis
·         Puisi cinta dan ketenangan

Pengertian Seni
pengertian Seni berasal dari kata SANI yang artinya Jiwa Yang Luhur/ Ketulusan jiwa. Jadi seni itu adalah keahlian untuk membuat suatu karya dari ekspresi dalam diri seseorang (seniman). Karena seni adalah ekspresi yang sifatnya tidak normative maka seni lebih mudah untuk berkomunikasi. Karena tidak normative, nilai-nilai yang disampaikannya lebih fleksibel, baik isinya maupun cara penyampaiannya.

Seni dibagi 4 jenis :
1. Seni Musik adalah curahan perasaan seseorang yang dituangkan dalam bentuk nada dan syair yang indah. Seni musik juga dapat diartikan sebagai bagian dari aktivitas kultur dan sosial manusia , dimana seni music digunakan untuk mengekspresikan perasaan dan idenya. Dalam Seni Musik terdapat 2 (dua) unsur yaitu :
–          Vocal adalah alunan nada-nada yang keluar dari suara manusia.
–          Instrument adalah nada-nada yang keluar dari alat musik yang digunakan.      
2. Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep garisbidangbentukvolumewarnatekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika. Dalam seni rupa terdapat tiga kategori yaitu:
–          Seni rupa murni
–          Seni rupa kriya
–          Seni rupa desain
3. Seni Drama adalah curahan perasaaan seseorang yang dituangkan dalam bentuk gerak bercerita yang diramu dengan musik yang sesuai. Di Indonesia, pertunjukan sejenis drama mempunyai istilah yang bermacam-macam, seperti:
–          Wayang orang
–          Ketoprak
–          Ludruk (di Jawa Tengah dan Jawa Timur)
–          Lenong (Betawi)
–          Randai (minang)
–          Reog (Jawa Barat)
–          Rangda (Bali) dan sebagainya.

4.  Seni Tari adalah curahan perasaan seseorang yang dituangkan dalam bentuk gerak anggota badan yang teratur dan berirama. Unsur-unsur tari terbagi menjadi 3 yaitu:
–          WIRAGA yaitu gerak utama dalam tari
–          WIRAMA yaitu irama yang menyatu dengan tarian
–          WIRASA yaitu penghayatan penari terhadap gerak tari yang dilakukan
didalam dunia sastra ada mempunyai 3 peranan yang penting yaitu sebagai berikut:
1.      Alasan pertama, karena sastra mempergunakan bahasa, sementara itu bahasa mempunyai kemampuan untuk menanpung hampir semua pertanyaan kegiatan manusia.
2.      Sastra juga lebih mudah berkomunikasi, Karen pada hakekatnya karya sastra adalah penjabaran abstraksi, sementara itu filsafat, yang juga mempergunakan bahasa, adalah abstraksi cinta kasih, kebahagiaan, kebebasan, dan lainya yang digarap oleh filsafat adalah abstrak.  Sifat abstak inilah yang menyebabkan filsafat kurang berkomunikasi.
3.      Sastar juga didukung oleh cerita. Dengan cerita orang lebih mudah tertarik, dan dengan cerita orang lebih mudah mengemukakan gagasan-gagasannya dalam bentuk yang tidak normative. Cabang-cabang sini yang lain juga dapat menarik tanpa cerita, akan tetapi sulit bagi penciptanya mengemukakan gagasanya.  Dalam music misalnya penciptanya terbawa suasna  oleh melodinya.


2.      Budaya dan Prosa

Ilmu Budaya Dasar secara sederhana adalah pengetahuan yang diharapkan mampu memberikan pengetahuan dasar dan umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah manusia dan kebudayaan . Suatu karya dapat saja mengungkapkan lebih dari satu masalah, sehingga ilmu budaya dasar bukan ilmu sastra, ilmu filsafat ataupun ilmu tari yang terdapat dalam pengetahuan budaya, tetapi ilmu budaya dasar menggunakan karya yang terdapat dalam pengetahuan budaya untuk .
Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus). Sedangkan ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep.

Pokok-pokok yang terkandung dari beberapa devinisi kebudayaan
1. Kebudayaan yang terdapat antara umat manusia sangat beragam
2. Kebudayaan didapat dan diteruskan melalui pelajaran
3. Kebudayaan terjabarkan dari komponen-komponen biologi, psikologi dan sosiologi
4. Kebudayaan berstruktur dan terbagi dalam aspek-aspek kesenian, bahasa, adat istiadat,
budaya daerah dan budaya nasional

Ilmu Budaya Dasar Merupakan Pengetahuan Tentang Perilaku Dasar-Dasar Dari Manusia. Unsur-unsur kebudayaan
1. Sistem Religi/ Kepercayaan
2. Sistem organisasi kemasyarakatan
3. Ilmu Pengetahuan
4. Bahasa dan kesenian
5. Mata pencaharian hidup
6. Peralatan dan teknologi

Prosa adalah suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena variasi ritme (rhythm) yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya. Kata prosa itu sendiri berasal dari bahasa Latin “prosa” yang artinya “terus terang”. Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karena itu, prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya. Prosa juga dibagi dalam dua bagian, yaitu prosa lama dan prosa baru, prosa lama adalah prosa bahasa indonesia yang belum terpengaruhi budaya barat, dan prosa baru ialah prosa yang dikarang bebas tanpa aturan apa pun. Prosa terbagi atas dua jenis, yaitu prosa lama dan prosa baru.
Lima Komponen Dalam Prosa Lama :
1. Dongeng-dongeng
2. Hikayat
3. Sejarah
4. Epos
5. Cerita pelipur lara
Lima Komponen Dalam Prosa Baru :
1. Cerita pendek
2. Roman/ novel
3. Biografi
4. Kisah
5. Otobiografi

  1. Nilai-nilai prosa fiksi
Sebagai seni yang bertulang punggung cerita, mau tidak mau lcarya sastra (prosa fiksi) langsung atau tidak langsung membawakan moral, pesan atau cerita. Dengan pezicataan lain prosa mempunyai nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra. Adapun nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra antara lain :
  1. Prosa fiksi memberikan kesenangan
    Keistimewaan kesenangan yang diperoleh dan membaca fiksi adalah pembaca mendapatkan pengalaman sebagaimana mengalaminya sendiri peristiwa itu peristiwa atau kejadian yang dikisahkan. Pembaca dapat mengembangkan imajinasinya untuk mengenal daerah atau tempat yang asing, yang belum dikunjunginya atau yang tak mungkin dikunjungi selama hidupnya. Pembaca juga dapat mengenal tokoh-tokoh yang aneh atau asing tingkah lakunya atau mungkin rumit perjalanan hidupnya untuk mencapai sukses.
  2.  Prosa fiksi memberikan infonnasi
    Fiksi memberikan sejenis infonnasi yang tidak terdapat di dalam ensildopedi. Dalam novel sexing kita dapat belajan sesuatu yang lebih datipada sejarah atau laporan jumalistik tentang kehidupan masa kini, kehidupan masa lalu, bahkan juga kehidupan yang akan datang atau kehidupan yang asing sama sekali.
  3. Prosa fiksi memberikan warisan kultural
    Prosa fiksi dapat menstimuli imaginasi, dan merupakan sarana bagi pemindahan yang tak henti-hentinya dari warisan budaya bangsa.
  4. Prosa memberikan keseimbangan wawasan
    Lewat prosa fiksi seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman¬pengalaman dengan banyak individu. Fiksi juga memungkinkan labih banyak kesempatan untuk memilih respon-respon emosional atau rangsangan aksi yang mungkin sangat berbeda daripada apa yang disajikan dalam kehidupan sendiri.

  1. Kaitan ilmu budaya dasar dengan puisi
Puisi (dari bahasa Yunani kuno: ποιέω/ποιῶ (poiéo/poió) = I create) adalah seni tertulis di mana bahasa digunakan untuk kualitas estetiknya untuk tambahan, atau selain arti semantiknya. Puisi adalah bentuk karangan yang tidak terikat oleh rima, ritme ataupun jumlah baris serta ditandai oleh bahasa yang padat.
Kreativitas Penyair Dalam Membangun Puisinya, yaitu ;
• Figura bahasa
• Kata-kata yang ambiquitas
• Kata-kata berjiwa
• Kata-kata yang konotatif
• Pengulangan
Adapun alasan-alasan yang Mendasari Penyajian Puisi Dalam IBD, yaitu salah satunya adalah hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia. Perekaman dan penyampaian pengalaman dalam sastra puisi disebut “pengalaman perwakilan”. Ini berarti bahwa manusia senantiasa ingin memiliki salah satu kebutuhan dasamya untuk lebih menghidupkan kembali pengalaman hidupnya dari sekedar kumpulan pengalaman langsung yang tethatas.Dengan pengalaman perwakilan itulah sastra/puisi dapat memberikan kepada para mahasiswa untuk memiliki kesadaran (insight-wawasan) yang penting untuk dapat melihat dan mengerti banyak tentang dirinya sendiri serta tentang masyarakat.

Paper 4
1.     Puisi
Budaya ku

Budaya ku..
Begitu banyak pengagum mu
Begitu banyak ragam mu
Begitu indah melihat mu

Budaya ku..
Banyak Negara yang meniru mu
Meniru cantik nan indah dirimu
Merebut mu tanpa izin warga yang memilikinya

Budayaku..
Janganlah kau selalu di rebut negara lain
Direbut seperti tidak berharga
Sesungguhnya begitu mahal hargamu seperti indahnya kau

Budayaku..
Kami para warga Indonesia akan selalu mencintaimu
Akan selalu menggemari indahmu
Akan selalu menjaga harga dirimu, kaulah budayaku

  1. Tema dan makna puisi
Tema puisi diatas adalah: kecintaan, dan kekaguman akan budaya
Makna puisi diatas adalah, kecintaan pada budaya Indonesia, sedih hati karena direbutnya budaya Negara Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar